Kab. Muratara

Korban tewas ditembak, warga Karang anyar Muratara tuntut keadilan Polri

MURATARA (Palembangpro.com) - Masyarakat Desa Karang Anyar, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) menuntut keadilan kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Tuntutan masyarakat tersebut merupakan buntut dari peristiwa penembakan yang dilakukan oknum polisi dari Polres Musirawas, hingga menghilangkan nyawa bernama Yupirza (33), seorang warga Karang Anyar.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, Yupirza merupakan buronan Polres Musirawas atas kasus penodongan yang telah dilakukannya di wilayah Kabupaten Muratara.

Diberitakan di beberapa media, Yupirza awalnya terjun ke Sungai Rawas karena hendak menyelamatkan diri saat dilakukan penggerebekan. Namun, Yupirza ditembaki oleh anggota Polres Musi Rawas dari tepian sungai, pada Selasa, 14 November 2017 silam.

Jasad Yupirza lalu tenggelam dan ditemukan setelah sembilan hari kemudian. Menurut masyarakat Karang Anyar, tindakan aparat kepolisian yang menembak Yupirza itu merupakan tindakan yang tidak berperikemanusiaan.

Atas kejadian itulah, masyarakat Karang Anyar menuntut keadilan, bahkan masyarakat telah mengirimkan surat laporan kepada Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) di Jakarta.

Ardiansyah, pelapor dalam kasus ini menyatakan, laporan yang disampaikan telah diterima Kompolnas pada 15 Desember 2017, dengan Nomor Register : 2296/7/RES/XII/2017/Kompolnas.

Bahkan telah disampaikan permohonan klarifikasinya sesuai Surat Ketua Kompolnas Nomor: B-2296/B/Kompolnas/12/2017, tanggal 29 Desember 2017, kepada Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) untuk ditindaklanjuti dalam waktu yang tidak terlalu lama.

 

"Nah, dalam surat itu ada kalimat 'dalam waktu yang tidak terlalu lama', namun sampai saat ini Polda Sumsel belum menjalankan tugas yang telah diinstruksikan Kompolnas secara jelas," kata Ardiansyah kepada Palembangpro.com, Selasa (13/02/2018).

Maka dari itu, masyarakat Karang Anyar meminta supaya apa yang telah diinstruksikan Kompolnas kepada Polda Sumsel agar segera dilaksanakan, dalam rangka menegakkan hukum dan keadilan di negeri ini.

Susanto, salah satu tokoh pemuda Karang Anyar, menambahkan Polda Sumsel penegak hukum yang berwenang di wilayah Provinsi Sumsel harus tanggap dalam menyelesaikan masalah ini.

"Kami masyarakat butuh keadilan, jangan sampai suara masyarakat disepelehkan. Inilah kenapa masyarakat sampai-sampai melapor ke Kompolnas? Karena kepercayaan masyarakat kepada kepolisian mulai luntur, dan kami butuh perubahan hidup masyarakat," tambah Susanto.

TEKS : RAHMAT AIZULLAH |  EDITOR : IMRON PALPRO


    Bagikan Artikel