Kemhan Sepakati Pengadaan Alutsista Baru, Nilainya Fantastis

Kemhan Sepakati Pengadaan Alutsista Baru, Nilainya Fantastis

BANDUNG -- Kementerian Pertahanan (Kemhan) menandatangani kontrak pengadaan alat utama sistem pertahanan dan keamanan (Alutsista) serta pengadaan konstruksi senilai 1,4 miliar dolar AS dan Rp2,1 triliun.

Penandatangan melibatkan sejumlah BUMN seperti PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, PT PAL, PT Dahana, dan lainnya. Pada kesempatan tersebut, juga disepakati kerja sama pengembangan kapal selam diesel elektrik antara PT PAL dan Daiwoo Shipbuilding and Marine Engineering.

Menurut Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu menjelaskan, total kontrak yang ditandatangani sebanyak 25 kontrak. Meliputi Alutsista dan pengadaan alat konstruksi untuk Kemhan RI dengan nilai 1,4 miliar dolar AS dan Rp 2,1 triliun. Beberapa kontrak pengadaan di antaranya Tank Harimau dan kendaraan tempur (ranpur) 8x8 Cobra, amunisi, senjata ringan, dan lainnya. Bahkan pengadaan Helikopter Super Puma PT DI.

“Ini komitmen kuat pemerintah untuk pengadaan secara cepat dan akuntabel untuk menyerap anggaran,” ujar Rymizard Ryacudu usai penandatangan kontrak di Aula PT Pindad, Kota Bandung, Jumat 12 April 2019.

Ryamizard meminta sekjen agar bisa melakukan penyerapan anggaran secara cepat dan tepat sasaran untuk dukung Alutsista. Namun, pengadaan alutsistanya harus disesuaikan dengan kebutuhan dan ancaman saat ini.

"Karena ancaman nyata dialami negara-negara di dunia. Sehingga perlu perhatian serius, misalnya teroris, nanakoba, bencana alam. Ini perlu strategi besama," jelasnya.

Ia menambahkan, BUMN harus mendukung pembangunan Alutsista. Sehingga tidak dipandang sebelah mata oleh dunia.


Komentar