Salah Input Data C1 Pilpres 2019, Ini Penjelasan Ketua KPU OKU

Salah Input Data C1 Pilpres 2019, Ini Penjelasan Ketua KPU OKU

Baturaja, Palembangpro.com – Setelah terjadi di Kabupaten OKU Timur, kesalahan input data C1 perolehan suara pasangan calon (paslon) Presiden dan Wakil Presiden ternyata juga terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

Kondisi itu tentu saja berdampak dengan berkurangan suara yang berhasil diraih paslon 01 Jokowi – Amin dan paslon 02 Prabowo – Sandiago Uno.

Berdasarkan data yang diambil dari situs www.kpu.go.id, Selasa (23/4), kesalahan input data C1 Pilpres itu terjadi di TPS 19, Kelurahan Baturaja Lama dan TPS 17, Kelurahan Sepancar Lawang Kulon, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU.

Di TPS 19 Kelurahan Baturaja Lama berdasarkan data scan C1 yang ditampilkan situs www.kpu.go.id tertera jumlah perolehan suara yang diraih paslon nomor urut 02, Prabowo – Sandiago Uno 97 suara.

Namun yang terinput di situs resmi milik KPU RI itu suara Prabowo – Sandi justru berkurang menjadi 47 suara atau hilang 50 suara.

Sementara di TPS 17 Kelurahan Sepancar Lawang Kulon berdasarkan data scan c1 yang ditampilkan situs www.kpu.go.id tertera suara yang diraih paslon 01 Jokowi – Amin 152 suara dan paslon 02 Prabowo – Sandi 41 suara.

Namun data yang terinput di sistem hitung (situng) KPU RI, suara Jokowi – Amin hanya 110 atau berkurang 42 suara. Sedangkan Prabowo – Sandi hanya 15 suara atau berkurang 26 suara.

Ketua KPU OKU Naning Wijaya saat dikonfirmasi mengakui adanya kesalahan dalam menginput data C1 Pilpres 2019 di situng tersebut.

“Ya memang ada. Kesalahannya terjadi bukan di dua TPS saja namun di 6 TPS baik untuk proses penghitungan suara Pilpres maupun Pileg,” tegas Naning.

Naning mengaku, kesalahan input data itu sudah diperbaiki dan hal tersebut terjadi karena faktor human error. Namun saat ditanya kenapa ketika dicek di situs www.kpu.go.id kesalahannya itu sampai sekarang belum direvisi.

Naning mengaku, hal itu akan dilakukan saat pleno di PPK nanti. “Pas pleno di PPK nanti datanya kita revisi dan disesuaikan dengan model C1,” pungkas Naning.


Komentar