Ketua Parpol di OKI Diprediksi Bakal Tak Jadi Anggota Dewan

Ketua Parpol di OKI Diprediksi Bakal Tak Jadi Anggota Dewan

Kayuagung, Palembangpro.com – Pertarungan politik untuk merebutkan kursi legislatif di DPRD OKI pada Pemilu 2019 ini dinilai lebih sengit dan seru dari lima tahun sebelumnya. Pasalnya, selain wajah lama yang ikut berkompetisi, juga banyak wajah baru yang dinilai cukup banyak amunisi.

Sehingga tak heran saking serunya pertarungan dalam merebut hati rakyat, sejumlah calon legislatif (caleg) yang juga menjabat sebagai ketua partai politik di OKI diprediksi bakal tak jadi dewan.

Informasi yang berhasil dihimpun Sumselupdate.com menyebutkan ketua partai politik yang diprediksi bakal tak jadi anggota dewan yaitu Ketua DPC Partai Demokrat OKI Agussalim. Dia mencalonkan diri menjadi anggota DPRD dari daerah pemilihan (dapil) OKI 1, yaitu Kecamatan Kayuagung, Kecamatan Pedamaran, Teluk Gelam, Pedamaran Timur dan Tanjung Lubuk.

Saat ini Agussalim juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD OKI. Dirinya bersaing ketat dengan kader Demokrat OKI dengan dapil yang sama dan juga menjabat sebagai anggota DPRD OKI. Dia adalah Bambang Irawan. Nama Bambang disebut-sebut bakal menduduki kembali kursi di parlemen OKI.

Nama ketua parpol lainnya yang juga diprediksi bakal tak duduk di legislatif OKI adalah H Solahuddin Djakfar, Ketua DPC Partai NasDem OKI. Selain nama tersebut adalah Ketua DPC Perindo Sudrono Asnawi.

“Suaro Sudrono Asnawi jauh merosot dari lima tahun sebelumnya di basis suara di Kelurahan Tanjung Rancing, Kecamatan Kayuagung, dan Kecamatan Pedamaran. Pemilu tahun ini memang lebih sengit dan suara banyak lari ke pendatang baru,” ujar Arli, salah seorang warga saat berbincang dengan Sumselupdate.com, Kamis (25/4/2019).

Dikatakannya, Ketua DPC PAN OKI Rohmat Kurniawan yang mencalonkan diri menjadi anggota DPRD Sumsel, juga turut diprediksi bakal tak duduk jadi anggota DPRD Provinsi tersebut. “Sebelumnya Rohmat Kurniawan menjadi anggota DPRD OKI dan menjabat sebagai Ketua DPC PAN OKI, juga diprediksi kalah suara dengan kompetitornya di dapil yang sama,” katanya.

“Kendati belum dilakukan pleno di tingkat kabupaten, namun prediksi ini dapat dlihat dari beberapa rapat pleno rekapitulasi di tingkat kecamatan yang telah digelar dan formulir C1 yang dimiliki masing-masing saksi-saksi parpol,” tukasnya.


Komentar