Sambut Harba PII ke 72 Tahun,  PII Sumsel Gelar Simposium Pendidikan
Pemberian Nasi Tumpeng yang dilakukan Ketua Umum PW PII Sumsel (Abdul Kohar Ruslan) kepada Nasrul Tanjung (KB PII Sumsel), di Gedung YPU, pada Malam Tasyakuran dan Refleksi Hari Bangkit PII yang ke 72 Tahun, Palembang, Sabtu (4/5/2019).
Pemberian Nasi Tumpeng yang dilakukan Ke...

Sambut Harba PII ke 72 Tahun, PII Sumsel Gelar Simposium Pendidikan

Palembangpro.com Hari Bangkit Pelajar Islam Indonesia (Harba PII) ke 72 tahun jatuh pada tanggal 5 Mei 2018. 5 Mei adalah hari berdirinya PII, untuk menyambut hari lahir atau Harba PII ke 72 tahun, Pengurus Wilayah PII Sumsel (PW PII Sumsel) menggelar acara “Symposium Pendidikan”.

Karena PII bergerak di bidang pendidikan, dipilihlah symposium pendidikan sebagai puncak acara Harba PII ke 72 tahun, tujuannya agar pelajar semangat dan bisa memajukan pendidikan di Indonesia.

“Fokus PII kan di bidang pendidikan dan kebudayaan, juga bertepatan dengan momentum hari pendidikan nasional (2/5/2019). Itulah alasan PW PII Sumsel mengadakan symposium pendidikan,” kata Abdul Kohar Ruslan atau Kohar (Ketua Umum (Ketum) PW PII Sumsel), Palembang, Sabtu (4/5/2019).

Ia mengatakan, di Harba PII ke 72 tahun, PII harus konsisten di bidang pendidikan dan terus berjuang untuk kesempurnaan pendidikan yang sesuai dengan Islam.

Dalam sejarahnya kenapa hari lahir PII disebut dengan Harba PII, karena dalam perjuangan, ada kalanya PII semangat untuk berjuang dan berhenti untuk berjuang, Istilahnya mati suri.

“Jadi PII itu mengalami hidup dan mati, PII inikan berubah, dari perjuangan dengan pena menjadi senjata. Harba PII lebih tepat, karena PII harus terus bangkit dalam keadaan yang bagaimanapun,” lanjut Pria kelahiran Kayu Agung, Ogan Komering Ilir (OKI) ini.

Pada kesempatan yang sama, Ketum Pengurus Daerah (PD) PII kota Palembang, Rahmat Syahputra (Rahmat), mengatakan, kalau pendidikan adalah poros peradaban dan pendidikan merupakan hal yang utama.

“Maka dari itu PII se-Sumsel mengadakan symposium pendidikan, semacam seminar yang bertujuan untuk mendidik pelajar agar menjadi generasi penerus yang berakhlaq baik,” kata Rahmat, Palembang, Sabtu (4/5/2019).

Ia mengatakan, PII akan terus konsisten membina pelajar agar menjadi lebih baik. Sekarang pelajar sudah dipengaruhi budaya barat dan hanya fokus bermain gadget lalu membuka media sosial (medsos).

Di Harba PII ke 72 tahun, Ia berharap agar PII menjadi salah satu organisasi yang terbesar dan harus konsisten memperjuangkan kesempurnaan pendidikan. Pelajar harus bangkit dari keterpurukan dan saatnya PII bangkit di era sekarang.

“Disaat kita terpuruk, PII harus bangkit dan Harba PII ini sangat luar biasa untuk kader-kader PII terkhusus untuk saya,” katanya.

Selaku Bendahara Pelaksana (Bendupel) Harba PII ke 72 Tahun PW PII Sumsel, Dina Desiska Putri atau Dina mengatakan, agar PII terus menyempurnakan pendidikan dan kebudayaan yang sesuai dengan Islam.

“PII harus konsisten kepada cita-citanya tersebut, di Harba PII kali ini, semangat para pendiri PII harus tertularkan kepada kader-kader PII sekarang, agar berani berjuang,” kata Dina, Palembang, Sabtu (4/5/2019).

Ia menambahkan, PII harus terus bangkit dari segala keterpurukan, bangkit dari keadaan yang menyusahkan dan bangkit dari berbagai masalah yang terjadi. Misalnya, kader PII yang sebelumnya belum baik, setelah Harba PII harus belajar untuk lebih baik.

“PII adalah anugerah Tuhan untuk kader-kader PII,” kata Dina ketika ditemui wartawan.

Pada kesempatan yang lain, Faqih Zaukul Hanif, Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Organisasi (Kabid PPO) PW PII Sumsel, mengatakan, bahwa pendidikan sangat penting bagi PII.

“Pendidikan merupakan poros daripada sebuah peradaban, artinya pendidikan merupakan ujung tombak peradaban tersebut, ketika pendidikan mati maka peradaban akan berhenti,” kata Faqih, Palembang, Sabtu (4/5/2019).

Ia menambahkan, agar PII tidak berhenti melakukan kaderisasi dan membentuk kader-kader pemimpin. PII harus dapat menyelesaikan masalah-masalah pelajar, seperti bullying, narkoba, pornografi dan kenakalan remaja.

Peran PII sesungguhnya di dunia pelajar dan membina pelajar adalah tugas utama PII. Di Harba PII ke 72 tahun, PII harus sadar dan bangkit setiap tahun. “PII harus bangkit disetiap masa,” kata Faqih kepada wartawan. (Harmain Alfajri)


Komentar